`n
Ilustrasi Kedatuan Suppa

Kedatuan Suppa dan Limaé Ajatappareng

Kedatuan Suppa berdiri sejak abad ke-14, bermula dari epik To Manurung dalam naskah Lontaraq I La Galigo. Nama "Suppa" berasal dari kata Bugis Subba yang berarti "muncul".

Suppa adalah anggota konfederasi Limaé Ajatappareng: lima kerajaan Bugis (Suppa, Sawitto, Sidenreng, Rappang, Alitta) yang menjadi penghasil beras utama di Sulawesi Selatan. Pada abad ke-16, Suppa menjadi pelabuhan penting di Selat Makassar.

Islam diterima sebagai agama kerajaan pada tahun 1609, setelah kontak awal dengan Portugis (Antonio de Paiva) pada tahun 1544.

BerdiriAbad ke-14
KonfederasiLimaé Ajatappareng
Islam Masuk1609
Pahlawan Nasional

Andi Abdullah Bau Massepe

Datu Suppa ke-25, 1918 sampai 1947

Andi Abdullah Bau Massepe menjabat Datu Suppa ke-25 sejak 1938 hingga 1947. Sebagai Panglima pertama TRI Divisi Hasanuddin, beliau memimpin perlawanan rakyat Suppa terhadap pasukan Belanda.

Beliau ditangkap dan dieksekusi oleh pasukan Kapten Raymond Westerling pada 2 Februari 1947 dalam usia 29 tahun. Pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada 9 November 2005.

GelarDatu ke-25
PangkatLetjen (anumerta)
Pahlawan9 Nov 2005
Pemandangan Kelurahan Watang Suppa

Pemekaran dan Pembentukan Kelurahan

Kecamatan Suppa awalnya terdiri dari 3 desa: Watang Suppa, MaritengngaE, dan Lero. Desa Watang Suppa dikepalai oleh Muhammad Samad.

Pada tahun 1981, Desa Watang Suppa dimekarkan menjadi dua: Desa Watang Suppa dan Desa Wattang Pulu. Saat itu statusnya berubah menjadi Kelurahan Watang Suppa, dengan Lurah pertama Andi Muh. Nur.

Pada 1 September 1992, di bawah kepemimpinan Firdaus, kelurahan kembali dimekarkan menjadi Kelurahan Watang Suppa dan Kelurahan Persiapan Tellumpanua.

Daftar Lurah

Struktur Organisasi

Susunan pemerintahan Kelurahan Watang Suppa

L

Hj. Irmayanti, SE

Lurah

S

Hamida Rafid, SE

Sekretaris Lurah

K

Hamzah Mustaka

Ketua LPMK

P

Ahmad Syarif, S.Pd

Kasi Pembangunan

P

Belum terisi

Kasi Pemerintahan

K

Belum terisi

Kasi Kesmas

T

Belum terisi

Kasi Trantib

M

Bakhtiar

Kepala Lingk. Majennang

W

Kaderi

Kepala Lingk. Wanuae

K

Makmur Padu

Kepala Lingk. Karaballo

RPJMK

Prioritas Pembangunan

Berdasarkan musyawarah kelurahan

Infrastruktur

Pekerjaan Umum

  • Pembangunan jalan dan jembatan perdesaan
  • Drainase sepanjang 1.600 m di Majennang
  • Tanggul penahan rob di Marabombang 200 m
  • MCK 3 unit, masing-masing 1 per lingkungan
Ekonomi

Pertanian, Perikanan, dan UKM

  • Pompa Alcom 10 inci, 3 unit di Karaballo
  • Sampan untuk nelayan kurang mampu, 10 unit
  • Perahu mesin untuk nelayan pra sejahtera, 10 unit
  • Bantuan modal usaha kecil menengah
Pendidikan

Sosial dan Budaya

  • Rehabilitasi SD 168 Majennang, SD 99 Suppa
  • Pembangunan pagar SMP 1 Suppa, 100 m
  • Posyandu kelurahan
  • Bantuan rumah tidak layak huni
Kelembagaan

Pemerintahan

  • Pembebasan lahan dan pembangunan kantor lurah
  • Peningkatan SDM perangkat kelurahan
  • Peningkatan SDM pengurus PKK
  • Poskamling 9 unit, 3 per lingkungan